Rabu, 18 November 2009

Deskripsi Kerupuk

Tentu kita semua tau, kerupuk adalah makanan khas dengan bunyi - bunyi yang berisik jika di kunyah, mudah lumat kena air, mudah hancur dan lembek. tapi disini saya tidak akan membahas tentang "makanan" kerupuk, tp sifat dari kerupuk itu sendiri yang mencermin kan kepribadian masyarakat indonesia, yang rapuh, dan mudah goyah oleh cobaan2 yang menerpa. kesulitan hidup membuat kita terkadang lemah tak berdaya. membuat kita hilang harapan untuk terus berusaha.

kita sebagai generasi muda harus senantiasa mencerminkan sikap yang optimis terhadap usaha - usaha kita dalam memperbaiki hidup, menebarkan aura positif pada siapa saja dan dimana saja kita berada. insyaallah kemudahan demi kemudahan akan kita temui sepanjang kita masih dalam koridor yang benar.

Kemiskinan menjadi momok yang menakutkan dan mengharuskan kita untuk berjuang sekeras tenaga untuk keluar dari keterpurukan zaman. kegigihan kita keluar dari kemiskinan akan mengajarkan kita betapa penting nya kita saling membantu dan mengasihani sesama.

Banyak dari kita yang mengambil jalan pintas untuk mengikuti pola hidup yang menekan , agar tetap di akui dalam lingkungan dan tetap bisa berjalan beriringan dengan orang - orang yang sepadan. tapi tidak kah terfikir oleh kita, jika dengan mencuri, menjambret, menodong dll, dapat menghantarkan kita pada kesulitan hidup yang lebih berat.kita akan jauh dari ketenangan hidup. rasa bersalah atau malah ketagihan untuk terus mendapat kan segala nya dengan cara yang mudah tanpa harus berusaha atau bekerja. hal lebih buruk dari kemiskinan akan sejajar dengan langkah - langkah pengecut ini.

Diri kita yang lembek, mudah dihasut dan di adu domba menggambarkan emosi yang labil. sikap yang rendah dan bernyali kerupuk ini mesti kita buang jauh - jauh, memang tidak ada kesempurnaan pada diri manusia, tapi Tuhan maha mengetahui apa - apa yang kita kerjakan dalah hidup kita,bahkan ketika kita baru merencanakan perbuatan yang tidak pantas. seharusnya kita kita dapat menyadari nya. sebelum semua nya terlambat dan tidak ada kesempatan untuk kembali.

Kita harus terus meningkatkan empati dan simpati terhadap orang - orang yang mebutuhkan uluran tangan. karena kesuksesan yang diraih bukan karena kita berhasil mengumpulkan pundi - pundi uang atau kekayaan, tetapi kesuksesan yang hakiki itu adalah ketika kita berhasil membahagiakan orang lain. itu lah kesuksesan yang sebenar - benar nya. kesuksesan yang bisa membuat diri kita dikenang karena kebaikan, bukan karena berhasil mengumpulkan kekayaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar